Follow me on Twitter RSS FEED
Showing posts with label yuki water filter. Show all posts
Showing posts with label yuki water filter. Show all posts

TANAMAN HIDROPONIK


Hidroponik atau dalam bahasa inggris disebut Hydroponic. Seperti namanya, hydro artinya air, sistem penanaman hidroponic memang mengandalkan air sebagai media utamanya. Akan tetapi, tentu saja bukan hanya air yang dibutuhkan, unsure lain yang dapat digunakan biasanya berupa pasir, pecahan batu karang dan batu bata, sabut kelapa, kerikil, busa, potongan kayu, batu apung, dan bahkan kawat kasa nilon. Arti lain dari hidroponik adalah menanam tanpa tanah. 
Menanam tanpa tanah masih menjadi hal asing bagi sebagian masyarakat. Tanah memang tidak bisa lepas dengan mudah dari tanaman. Kekhawatiran berkaitan dengan hasil tanam merupakan permasalahan utama yang menghambat berkembangnya penanaman dengan  sistem hidroponik. Menanam hidroponic memang hanya cocok untuk tanaman seperti: paprika, tomat, melon, bayam, dan selada.    

Jenis-jenis metode penanaman Hidropnik:
1. Hydroponic Kultur Agregat. Metode ini memanfaatkan kerikil, arang sekam padi, pasir, dan bahan lain yang sudah disterilkan sebagai media tanamnya.
2. Hydropinic Kultur Air. Dalam metode ini, tanaman di tanam disebuah media yang pada bagian dasarnya diletakkan larutan hara makro dan mikro, sehingga akar tanaman menyentuh dan menyerap larutan yang penuh nutrisi itu.
3. Hydroponic Nutrient Film Technique. Pada metode ini, tanaman di tanam diselokan panjang dan sempityang terbuat dari selempeng logam tipis dan anti karat. Selokan itu dialiri oleh air yang penuh nutrisi hara, sehingga disekitar akar tanaman muncul lapisan tipis (film) yang merupakan makanan tanaman itu. 
Aspek-aspek penting menanam tanaman hidroponik: 
1. Media tanam. Media tanam yang baik adalah yang mampu menjaga kelembaban, memiliki drainase yang baik, dan menjaga ketersediaan unsur hara. Selain itu, media tanam harus terbebas dari zat beracun yang berbahaya bagi tanaman.
2. Air. Tanaman hidroponik tergantung pada air, air menjadi aspek penting kualitas tumbuhnya tanaman hidroponik.
3. Unsur hara. Untuk dapat tumbuh dengan baik dan mendapatkan nutrisi, larutan hara sebaiknya diberikan secara teratur.
4. Oksigen. Oksigen merupakan aspek penting penanaman tanaman secara hidroponik. Kadar oksigen yang rendah dapat mengakibatkan menurunnya permeabilitas membrane sel sehingga dinding sel sulit ditembus. Hal ini akan berakibat tanaman kekurangan air dan layu. 
Dan perlu diingat bahwa menanam tanaman hidroponik cenderung dapat dilakukan diberbagai tempat, bahkan sesempit apapun tempatnya. Di teras rumah, halaman belakang dan samping rumah bahkan di dalam ruangan asalkan terjangkau unsur terpenting seperti terkena penyinaran matahari yang cukup. Keunggulan tanaman hidroponik juga lebih bersih dan rapi, karena anti debu/tanah dan juga tanpa pestisida berbahaya lainya.  
Ternyata menarik juga yaa menanam hidroponik itu. Yuuk kita coba untuk menanam hidroponik. 
 

CARA MUDAH MEMBERSIHKAN DISPENSER


Gaya hidup masyarakat dikota besar cenderung dinamis serta menginginkan hal yang praktis dan cepat dalam memenuhi kebutuhanya.Termasuk dalam hal pemenuhan kebutuhan yang paling mutlak yaitu mengkonsumsi air minum. Terlihat perbedaan masyarakat di kota-kota besar lebih menginginkan air minum dengan media atau sarana modern dan lebih terjamin kebersihanya. Sebut saja hampir semua masyrakat perkotaan memiliki dispenser, tinggal membeli air kemasan dalm gallon ditungkan lalu secara otomatis akan mengalirkan air bersih melalui kran. Pertanyaanya apakah benar menggunakan dispenser terjamin kebersihanya?, apakah tidak perlu dibersihkan secara berkala dispenser yang ada dirumah kita?
Sebagian orang sering mengabaikan kebersihan dan kesterilan dispenser. Jika dalam jangka panjang dispenser tidak dibersihkan maka akan memberikan kesempatan pada bakteri untuk dapat berkembangbiak. Air yang dikonsumsi haruslah sehat dan terbebas dari kuman penyebab penyakit. Secara fisik, air yang sehat adalah air yang jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. Dari aspek kimia, air yang sehat memiliki PH yang netral. Sedangkan secara aspek mikrobiologi, air yang sehat tidak mengandung mikroba penyebab penyakit. 
Biasanya walau berulang kali mengganti galon air, kita mengabaikan fakta bahwa dalam dispenser ada sisa air di tabung dispenser dan dalam air tersebut bersembunyi bakteri penyebab penyakit. Ketika membeli air mineral dalam kemasan galon, biasanya akan mendapatkan tisu basah. Kenapa tisu itu harus digunakan untuk membilas mulut galon sebelum dimasukkan kedalam dispenser? Tisu yang diberikan ketika membeli air galon mengandung alkohol yang bisa digunakan untuk membunuh bakteri. Karena pada umumnya, mulut galon diletakkan terbalik diatas dispenser, sebaiknya tisu yang diberikan tersebut jangan dibuang, tapi gunakan tisu tersebut untuk mengelap mulut galon dan membunuh bakteri yang ada disitu. Ada juga tips membersihkan dispenser yang benar. 
 

Berikut cara efisien untuk membersihkan dispenser:
Dispenser setelah digunakan dalam jangka beberapa waktu, akan terakumulasi selapis endapan tipis yang sulit dibersihkan. Sebenarnya ada cara yang sederhana dan sehat dalam membersihkan noda tersebut. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
Lemon diiris tipis, kemudian letakkan dalam wadah, direbus dengan air hingga mendidih selama 2 hingga 3 jam.
Ketika mengganti air dispenser, gunakanlah air lemon yang sudah direbus untuk mencuci dispenser. Bukan hanya bisa membersihkan endapan kotoran, tetapi dalam dispenser juga akan tertinggal aroma lemon yang harum.
Langkah selanjutnya agar dispenser tidak menjadi sarang bakteri adalah sebagai berikut:
1. Cabut steker listrik, angkat tabung galon kosong, buka kran dispenser, agar sisa air dalam rongga dispenser keluar.
2. Gunakan  penjepit untuk menggenggam kapas yang dibasahi alkohol, lalu bersihkan tabung dalam dispenser dan sisi luar-dalam penutupnya.
3. Tuangkan disinfektan (obat steril) serba guna ke dalam tabung dispenser, rendamlah selama 10-15 menit.
4. Buka kran dispenser untuk membuang /mengeluarkan disinfektan.
5. Bilas seluruh rongga dispenser dengan air bersih, kemudian bukalah semua kran dispenser  untuk membuang air.
6. Gunakan kain lap untuk membersihkan sisi belakang dispenser dimana terdapat saklar on-off.
Tips Memilih Dispenser yang benar
Dalam setiap rumah tangga atau bahkan kantor sekalipun, ya atau tidak, pasti ada saja kebutuhan akan air panas, air dingin maupun air biasa untuk berbagai macam keperluan. Apalagi bagi mereka yang memiliki balita dan membutuhkan air panas untuk membuat susu saat si kecil bangun di tengah malam. Jika memungkinkan, semua jenis air ini selalu tersedia secara cepat untuk menghemat waktu dan tenaga.
Beruntung kini udah ada alat yang kita sebut dispenser yang mampu menyediakan air sesuai dengan kebutuhan kita. Bahkan ada produsen elektronik yang meluncurkan dispenser yang diklaim mampu memanaskan air hingga 99 derajat Celcius. Jenis air yang disajikan pun lebih lengkap. Ada air panas, dingin dan air biasa.
Jelas hal itu bermanfaat bagi pemakai untuk menyeduh kopi tubruk atau bahkan menyajikan oatmeal, mi instan dan telur setengah matang.
Selain kemampuan untuk memanaskan air, hal lain yang perlu diperhatikan dalam memilih dispenser adalah material yang digunakan. Akan lebih baik bila dispenser pilihan Anda menggunakan tabung 100% stainless steel dan selang anti jamur. Dengan material tersebut plus kemampuan memanaskan air hingga 99 derajat C, akan lebih banyak bakteri yang mati. Hal ini tentu akan memberikam pengaruh yang baik bagi kesehatan. Daya listrik yang hemat juga.
Nah sudah tahukan cara untuk membersihkan dispenser agar aman untuk kita pakai. Untuk itu budayakanlah hidup sehat sejak dini.